![]() |
Jembatan Surodadi roboh (Fajar Sodiq | Solo)
|
Besarnya arus banjir lahar dingin menyebabkan 3 jembatan ambrol. Diantaranya, jembatan penghubung Bojong Kojor, Kecamatan Mungkid dengan Bludru, Kecamatan Muntilan, jembatan penghubung Gunung Lemah, Kecamatan Sawangan dan Daleman, Kecamatan Muntilan. Serta jembatan penghubung Suradadi, Kecamatan Sawangan dengan Gondosuli, Kecamatan Muntilan.
Kondisi dua jembatan terakhir tersebut benar-benar putus dan hanya meninggalkan bekas pondasi di samping kiri dan kanan sungai. Sedangkan jembatan Bojong Kojor yang juga berfungsi sebagai dam, kerusakan hanya terjadi dibagian atas yang mana semua pembatasnya ikut terbawa arus. Selain itu, jembatan yang biasanya dilalui kendaraan, kini penuh dengan tumpukan pasir sisa banjir.
Sementara itu, kondisi yang paling parah terlihat di jembatan Suradadi-Gondosuli. Selain merusak jembatan, banjir lahar dingin tersebut juga meluap hingga 100 meter dari bibir sungai. Tak pelak, sawah milik warga yang terletak di sekitar sungai, kini berubah menjadi hamparan pasir dan batu setebal 2 meter.
"Banjir yang terjadi hari ini merupakan yang paling besar hingga menenggelamkan sawah milik warga. Banji itu juga menyebabkan aliran sungai yang dulunya hanya ada satu, kini bercabang menjadi dua. Karena, aliran banjir sempat terhambat dibawah jembatan sehingga aliran banjir pun meluap ke sisi kiri dan kanan jembatan," kata Lilik, salah seorang warga Surodadi, Gondowangi, Sawangan, Rabu 1 Desember 2010.
Saking besarnya banjir yang terjadi siang tadi, lanjut dia, batu-batu yang berukukran besar dengan diamater sekitar 2 – 3 meter pun dengan mudahnya ikut terbawa arus sungai. "Batu-batu besar itu hanya seperti terapung. Batu-batu besar yang ada ditengah aliran sungai dan persawahan milik warga merupakan batu yang terbawa arus banjir hari ini. Sebelumnya tidak ada," terang dia sambil menunjuk batu-batu besar.
Akibat ambrolnya beberapa jembata penghubung tersebut, dikatakan salah seorang warga Gunung Lemah, Sri, menyebabkan jalur baik dari Muntilan maupun menuju Sawangan melalui jembatan ini menjadi terputus. "Padahal jembatan ini merupakan jembatan alternatif dan jalur pintas menuju Muntilan dan pasar hewan. Gara-gara jembatan ambrol, besok kalau ke Muntilan harus memutas jauh," ujarnya.
Sementara itu, banjir lahar dingin tersebut juga membuat arus lalu lintas yang melintasi jembatan Sungai Pabelan di Prumpung, Muntilan yang merupakan penghubung jalan raya Magelang-Yogyakarta ditutup. Karena, sewaktu puncak-puncaknya banjir berlangsung, jembatan itu sempat bergerak.
"Meskipun jembatan jalan raya ini tidak rusak. Namun, beberapa dinding talud disekitar utara dan selatan jembatan ambrol. Akibat banjir yang cukup besar, arus lalu lintas yang melintasi jembata juga sempat ditutup oleh pihak kepolisian, namun setelah aman dibuka kembali," ujar Andi salah seorang warga Prumpung, Muntilan.
Banjir lahar dingin juga menenggelamkan dua rumah. Saat ini kondisi rumah, hampir separuhnya tertutup pasir sisa banjir lahar dingin. "Aliran sungai memang sempat meluap hingga kearah timur bibir sungai. Dua rumah itu pun tertutup pasir,” terangnya. (sj)
Laporan: Fajar Sodiq | Solo
• VIVAnews

0 komentar:
Posting Komentar